LAPORAN
PRAKTIKUM MANAJEMEN PEMASARAN
SALURAN PEMASARAN KACANG
TANAH
DI DESA
PONCOSARI KECAMATAN SRANDAKAN
KABUPATEN BANTUL

Kelompok
II:
M. Suyanto 20130220009
Riki Ilham Nadir 20130220014
Riki Ilham Nadir 20130220014
Arief Fauzzy 20130220018
Febri Herdani Saputra 20130220025
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat
Allah Yang Maha Kuasa karena berkat penyertaan, ridho dan karunia-Nya lah
penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “SALURAN PEMASARAAN KACANG TANAH DI DESA PONCOSARI KECAMATAN
SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL’’. Dengan selesainya laporan ini pastinya tidak
terlepas dari peran serta semua pihak. Oleh karena itu dengan rasa hormat dan
terima
kasih penulis ucapkan kepada :
- Dosen mata kuliah Manajemen
Pemasaran yang telah memberikan bimbingan kepada kami
- Bapak Kepala Dusun Bodowaluh, Desa
Poncosari yang telah memberikan tempat selama pratikum, warga Dusun Bodowaluh yang menerima kami
khususnya petani kacang tanah yang sudah memberikan waktunya untuk kami
wawancarai, sehingga data yang kami butuhkan berguna untuk menyelesaikan
laporan pratikum ini
- Teman-teman mahasiswa Agribisnis
angkatan 2013 yang selalu
memberikan suport dan senantiasa menemani penulis dalam mengerjakan
laporan dari awal hingga terselesainya laporan ini.
Sebagai mahasiswa yang masih membutuhkan
bimbingan dan arahan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca. Semoga Allah SWT selalu menjadikan kita sebagai orang yang Istiqamah
di jalan-Nya. Apabila ada kesalahan kami mohon maaf. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.
Wassalammualaikum.wr.wb
Yogyakarta, November
2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
..........................................................................................
ii
DAFTAR ISI
........................................................................................................
iii
BAB I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
...............................................................................
1
B. Rumusan Masalah
......................................................................... 2
C. Tujuan Praktikum
.......................................................................... 2
D. Kegunaan Praktikum
..................................................................... 2
BAB II.LANDASAN TEORI
A. Saluran Pemasaran
......................................................................... 3
B. Fungsi Pemasaran
.......................................................................... 3
C. Harga
.............................................................................................
4
D. Biaya Pemasaran
........................................................................... 4
E. Margin Pemasaran
......................................................................... 5
F. Keuntungan
...................................................................................
6
G. Farmer Share .................................................................................
6
H. Efisiensi
.........................................................................................
7
BAB III.PROFIL RESPONDEN
A. Profil Petani ...................................................................................
9
B. Profil Pedagang
........................................................................... 10
BAB IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Saluran dan Lembaga Pemasaran ................................................
12
B. Kegiatan dan Fungsi Pemasaran
.................................................. 14
C. Harga dan Marjin Pemasaran
....................................................... 16
D. Biaya Pemasaran
.......................................................................... 17
E. Farmer Share
................................................................................
19
F. Keuntungan Pemasaran
............................................................... 20
G. Efisiensi Pemasaran .....................................................................
21
BAB VI. PENUTUP
A. Kesimpulan
..................................................................................
23
B. Saran
............................................................................................
24
DAFTAR PUSTAKA
.........................................................................................
25
LAMPIRAN
........................................................................................................
26
DAFTAR TABEL
Tabel
1. Profil responden petani kacang tanah di Dusun Bodowaluh .................. 9
Tabel
2. Profil responden pedagang kacang tanah di Dusun Bodowaluh ........... 10
Tabel
3. Marjin pemasaran komoditi kacang tanah di Dusun Bodowaluh ......... 13
Tabel 4. Biaya Pemasaran Saluran Pertama
........................................................ 17
Tabel 5. Biaya pemasaran saluran ke dua
........................................................... 17
Tabel 6. Biaya Pemasaran Saluran Ke Tiga
........................................................ 17
Tabel 7. Biaya Pemasaran Saluran Ke Empat
..................................................... 17
Tabel 8. Perbandingan Biaya Pemasaran Per Saluran Pemasaran
...................... 18
Tabel 9. Perhitungan Farmer Share
.....................................................................
19
Tabel 10. Keuntungan
komoditi kacang tanah pada setiap
saluran/Kg ............... 20
Tabel 11. Efisiensi Teknis dan Efisiensi Ekonomi Per
Saluran ........................... 21
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemasaran didefinisikan
sebagai suatu runtutan kegiatan atau jasa yang dilakukan untuk memindahkan
suatu produk dari titik produsen ke titik konsumen. Kegiatan pemasaran mulai
dari pemenuhan produk, penetapan harga, pengiriman barang dan mempromosikan
barang. Sistem pemasaran di pertanian menciptakan berbagai kegunaan yaitu kegunaan
bentuk melalui kegiatan pengolahan, kegunaan tempat untuk melakukan
pengangkutan, kegunaan waktu untuk melakuakan penyimpanan dan kegunaan
kepemilikan melalui kegiatan jual beli. Dari penjelasan tersebut,
bahwa tidak hanya petani
saja yang bekerja secara produktif tetapi dibutuhkan pedagang perantara dan jasa
sehingga barang yang dihasilkan petani dapat sampai ke konsumen dalam waktu dan
tempat yang mereka butuhkan.
Saluran pemasaran
pertanian merupakan sekelompok orang, organisasi, perusahaan atau lembaga yang
secara langsung terlibat dalam pengaliran ataupun pendistribusian barang dari
produsen/petani sampai konsumen dengan melewati satu atau lebih alur pemasaran.
Contoh lembaga pemasaran
adalah pedagang pengumpul, pedagang besar,
pedagang pengecer, pelelang,
pedlar dan lainya. Dusun Bodowaluh terletak di Desa
Poncosari, Kecamatan
Srandakan,
Kabupaten Bantul. Dusun Bodowaluh
memiliki komoditi kacang tanah,padi, kelapa, jagung dan lainya. Kacang tanah
adalah salah satu komoditi yang paling menguntungkan bagi kebanyakan petani
karena waktu tanamannya singkat dan permintaan akan kacang tanah cukup tinggi
dan keuntungan yang didapat lebih tinggi dibandingkan dengan komoditi yang
lainnya. Kacang tanah merupakan tananaman palawija yang sangat membutuhkan tanah yang subur untuk mendukung
pertumbuhan tanaman kacang tanah.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
saluran pemasaran kacang tanah
di Dusun Bodowaluh, Desa
Poncosari,
Kec. Srandakan,
Kab. Bantul
?
2.
Bagaimana fungsi atau kegiatan pemasaran
kacang tanah
di Dusun Bodowaluh, Desa
Poncosari,
Kec, Srandakan,
Kab. Bantul
?
3.
Seberapa besar biaya, marjin dan
keuntungan dari pemasaran kacang
tanah di
Dusun Bodowaluh, Desa
Poncosari,
Kec. Srandakan,
Kab. Bantul
?
C. Tujuan Praktikum
1.
Mengidentifiasi
saluran pemasaran kacang tanah dan lembaga yang terkait di
Dusun Bodowaluh, Desa
Poncosari,
Kec. Srandakan,
Kab. Bantul
2.
Mengetahui
fungsi atau kegiatan
pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul
3.
Mengidentifikasi
biaya, margin dan keuntungan pemasaran kacang tanah
berdasarkan masing-masing saluran pemasaran
4.
Mengetahui efisiensi pemasaran pertanian kacang
tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari
D. Kegunaan Praktikum
1. Diharapkan
dari praktikum ini dapat menambah pengetahuan mengenai sistem pemasaran
pertanian
2. Diharapkan Mahasiswa dapat mengetahui
tentang marjin pemasaran dan bisa
menghitung marjin pemasaran dari komoditi kacang tanah di Dusun
Bodowaluh, Desa Poncosari, Kecamatan
Srandakan, Kabupaten Bantul.
3.
Diharapkan dari hasil praktikum ini mahasiswa dapat mengetahui lembaga
pemasaran yang terlibat dalam pemasaran komoditi kacang tanah di Dusun Bodowaluh,
Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Saluran Pemasaran
Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang
saling tergantung dalam rangka proses penyaluran barang dari produsen kepada
konsumen. Saluran pemasaran
antara satu bagian dengan bagian lainnya dari suatu organisasi adalah satu
kesatuan yang saling tergantung, yang nantinya akan memperlancar arus produk
dan jasa kepada konsumen.
Konsumen memberi balas jasa kepada lembaga pemasaran berupa margin pemasaran.
Dalam pemasaran terdapat pelaku-pelaku pemasaran yang terlibat secara langsung
maupun secara tidak langsung dengan melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran.
Lembaga pemasaran merupakan badan usaha atau individu yang menyelenggarakan
pemasaran, menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen ke konsumen akhir hingga
mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya.
Lembaga pemasaran dapat dibedakan berdasarkan tahap dalam proses
pemasaran,sebagai berikut:
1.Pedagang pengumpul, adalah pedagang yang membeli
hasil-hasil pertanian dari petani produsen,kemudian hasil tersebut akan
dikumpulkan dan dijual kepedagang yang lainnya.
2.Pedagang besar, pedagang ini membeli hasil pertanian
dari pedagang pengumpul kemudian barang tersebut dijual kembali pada pedagang
yang lain.
3.Pedagang pengecer, mereka adalah orang-orang yang
secara langsung menjual atau mengecerkan hasil pertanian dan produk pertanian
kepada konsumen.
4.Pedlar adalah pedagang pengecer keliling.
B. Fungsi Pemasaran
Fungsi pemasaran adalah jasa-jasa
atau kegiatan-kegiatan dan tindakan yang diberikan dalam proses pengaliran
barang dari tangan produsen sampai tangan konsumen. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan akan mempermudahkan dan mempercepat proses penyampaian barang atau
jasa-jasa. Terdapat tiga fungsi menurut (Kohls,1968) yaitu fungsi pertukaran,
fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Fungsi pertukaran (exchange function), terdiri dari fungsi penjualan dan fungsi
pembelian. Fungsi penjualan bertujuan untuk mencari pembelian suatu barang
dengan motif keuntungan. Fungsi pembelian bertujuan untuk mencari penjualan
atau sumber penawaran barang guna menjamin kontinuitas persediaan barang.
Fungsi fisik (fhysic function),fungsi
ini terdiri dari fungsi pengangkutan,penyimpanan dan pengolahan. Fungsi
pengangkutan adalah suatu kegitan yang ditunjukan untuk menggerakan
barang-barang dari tempat produksi sampai dibutuhkan konsumen. fungsi
pengolahan meliputi transformasi dari suatu barang ke suatu bentuk yang
mempunyai nilai guna yang lebih besar. Fungsi penyimpanan bertujuan untuk
memperlakukan benda secara fisik guna menjamin tersedianya barang yang
bersangkutan pada waktu dan tempat yang
dibutuhkan.
Fungsi
fasilitas(facilitating function),merupakan fungsi yang bertujuan untuk menyediakan dan memberikan
jasa-jasa atau fasilitas guna memperlancar jalannya fungsi pertukaran. Terdiri dari standardisasi,
penanggungan resiko dan
pembiayaan. Fungsi standardisasi,proses penentuan standarisasi seperti
warna,rupa,kadar kimia dan sebagainya. Fungsi penanggungan resiko,bertujuan
untuk mempelajari segala bentuk resiko yang terjadi selama pengaliran barang
dari produsen ke konsumen. fungsi pembiayaan,bertujuan untuk mencari atau
mengurus dana baik yang berupa uang tunai maupun kredit.
C. Harga
Harga (Price) adalah
salah satu unsur dalam bauran pemasaran (Marketing Mix) yang mempunyai peranan penting bahkan
sangat menentukan keberhasilan suatu kegiatan pemasaran. Tanpa penetapan harga,
seorang pemasar mungkin tidak dapat menawarkan produknya kepada calon
pelanggan. Dengan adanya harga, seorang pemasar dapat mernproyeksikan beberapa
tingkat penjualan yang akan dicapai dan beberapa profit yang akan diperoleh.
D. Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran adalah biaya-biaya
yang dikeluarkan dalam proses pergerakan barang dari tangan produsen sampai ke
tangan konsumen akhir. Besar kecilnya biaya pemasaran untuk hasil pertanian tergantung pada besar
kecilnya kegiatan lembaga pemasaran dan jumlah fasilitas yang diperlukan dalam
proses pergerakan barang itu. Meningkatnya biaya-biaya tataniaga belum tentu
suatu pertanda bahwa pemasaran dari barang yang diperdagangkan tidak efisien.
Jika meningkatnya biaya-biaya yang diikuti meningkatnya kepuasan konsumen maka
pemasaran barang itu tetap efisien. Akan tetapi jika meningkatnya biaya-biaya
pemasaran tidak diikuti meningkatnya kepuasan konsumen maka pemasaran barang
itu tidak efisien.
E. Margin Pemasaran
Margin pemasaran merupakan semua
ongkos yang menggerakan produk tersebut dari petani produsen sampai ke
konsumen. Margin pemasaran dapat diartikan perbedaan harga yang dibayarkan oleh
konsumen akhir untuk suatu produk dengan yang diterima petani produsen untuk
produk yang sama (dengan satuan Rp/unit). Jika penyaluran produk melalui banya
lembaga maka margin pemasaran itu merupakan jumlah margin pemasaran diantara
lemabaga-lembaga pemasaran yang bersangkutan, Sehingga, margin pemasaran dapat
pula diartikan segabai magrin total dari tingkat lembaga pemasaran yang ada
dalam salran pemasaran yang sama. Secara sistematis dapat dirumuskan :
M = Pr - Pp
atau M total = Σ Mi (1)
Keterangan
: M =
M total = Margin pemasaran per satuan barang
Pr = Harga Produk di tingkat Pengecer per
satuan barang
Pp =Harga produk di tingkat petani produsen per satuan
barang
I =
Tingkatan lembaga tata niaga
Oleh karena dalam proses pengaliran barang sampai konsumen para lembaga
pemasaran menarik keuntungan sebagai balas jasa, maka :
M = V + Î ( 2)
Keterangan: V =
Biaya pemasaran per satuan barang
Î =
Keuntungan lembaga pemasaran per satuan barang
Untuk
mendapatkan keuntungan lembaga pemasaran persamaan (1) distribusi ke pemasaran
(2) sehingga diperoleh :
Î = Pr – Pp – V (3)
Dari rumus
margin dapatlah ditentukan besarnya bagian yang diterima petani (%) dari harga
yang dibayarkan oleh konsumen (farmer share), yaitu :
Lp = Pp :
Pr
Lp = (Pr-M)
: Pr
Lp = 1 –
M/Pr,
Dimana :
M/Pr x 100% merupakan persentase margin.
Jika
diinginkan harga yang diterima petani menjadi lebih besar maka dapat ditempuh
beberapa cara yaitu :
-Menaikkan Pr dengan syarat V dan Î tetap
-Menurunkan V dan Î dengan syarat Pr tetap
-Pr dan V tetap tapi Î diturunkan
-Pr dan Î tetap, tetapi V diturunkan
F. Keuntungan
Keuntungan adalah jumlah total dari
pendapatan dikurangi biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam proses pemasaran.
Tergantung
dari saluran peemasaran
yang terlibat pada pemasaran,semakin panjang saluran pemasaran akan menyebabkan harga
dikonsumen tinggi,sehingga
mengakibatkan petani atau produsen terjadi kerugian.
Hal itu berarti kelancaran penjualan akan tersendat atau terganggu sehingga keuntungan yang terjadi
menjadi berkurang. Maka rumus
keuntungan Î = M-V. (M adalah marjin dan V adalah jumlah biaya)
G. Farmer Share
Farmer’s Share adalah persentase perbandingan antara bagian harga yang
diterima oleh petani dengan bagian harga di konsumen akhir. Farmer Share antara
komoditi yang satu dengan komoditi yang lain berbeda, hal ini tergantung dari
jumlah kegunaan bentuk, tempat dan waktu yang ditambahkan oleh petani dan
pedagang perantara yang terhubung dalam suatu saluran pemasaran. Secara
sistematis farmer’s share dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut :
Fs = Pf /Ps x 100 %
Dimana : FS = Bagian Harga yang diterima Petani
( Farmer’s share )
Pf =
Harga ditingkat Petani
Ps = Harga ditingkat Pengecer
H. Efisiensi Pemasaran
Efisiensi pemasaran merupakan perbandingan antara
output pemasaran dengan input pemasaran. Output bisa berupa kepuasan konsumen,
sedangkan input merupakan masukan yang digunakan dalam proses pemasaran. Efisiensi
ini bisa berupa fisik maupun finansial.
Sedangkan input pemasaran merupakan pengorbanan berupa tenaga, modal dan tata
laksana dalam proses pemasaran. Dan Shepherd (1962), konsep efisiensi pemasaran
adalah nisbah antara biaya dengan total nilai produk yang dipasarkan yaitu
dirumuskan sebagai berikut :
E = A/B x 100% , dimana : A = biaya pemasaran
B = Total nilai produk yang dipasarkan
E = Efisiensi pemasaran
Efisiensi pemasaran dibagi atas dua kategori yang
berbeda yakni 1) Efisiensi operasional (efisiensi teknis), efisiensi teknis
merupakan kombinasi antara kapasitas dan kemampuan unit kegiatan ekonomi untuk
memproduksi sampai tingkat output maksimum dari input-input dan teknologi yang
tetap. Efisiensi teknis dimaksudkan suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi
biaya dari input yaitu biaya transfer, biaya penyimpanan dan biaya pengolahan
dengan output pada saat itu tidak berubah, dan 2) Efisiensi harga (Ekonomi),
efisiensi
harga merupakan kemampuan dan kesediaan unit ekonomi untuk beroperasi pada
tingkat nilai produk marjinal (marginal value product) sama dengan biaya
marjinal (marginal cost). Efisiensi harga dimaksudkan usaha perbaikan yang
ditujukan pada tatacara pembelian dan penjualan dan aspek penetapan harga dalam
proses pemasaran sehingga konsumen tetap bersedia membayar sesuai dengan harga
pasar.
Secara garis besar efisiensi teknis dan efisiensi
ekonomis dapat dituliskan sebagai berikut :
Ø Indeks Efisiensi Teknis (IET) = Vij/Wij/d
Ø Indeks
Efisiensi Ekonomis (IEE) = Ʃπijk/Vij
Dimana = i
: Jenis komoditi yang dipasarkan
j : saluran pemasaran
k : lembaga pemasaran yang terlibat
V:total biaya pemasaran
W: berat ahir yang dikirimkan
d:jarak tempuh produk dari produsen ke
konsumen
Î :keuntungan lembaga pemasaran
BAB III
PROFIL RESPONDEN
A. Profil Petani
Pada pratikum yang kami laksanakan di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul terdapat narasumber
dari berbagai petani kacang
tanah. Berikut adalah data responden petani kacang tanah :
|
Kriteria
|
Jumlah
|
Presentase (%)
|
||
|
Jenis Kelamin
|
Laki
– laki
|
16
|
80
|
|
|
Perempuan
|
4
|
20
|
||
|
Umur
|
37-56
Tahun
|
13
|
65
|
|
|
57-76
Tahun
|
5
|
25
|
||
|
77-96
Tahun
|
2
|
10
|
||
|
Pendidikan
|
SD
|
7
|
35
|
|
|
SMP
|
6
|
30
|
||
|
SMA/SMK
|
6
|
30
|
||
|
Perguruan
Tinggi
|
1
|
5
|
||
|
Pengalaman bertani
|
6-21
Tahun
|
6
|
30
|
|
|
22-38
Tahun
|
5
|
25
|
||
|
39-54
Tahun
|
7
|
35
|
||
|
55-70
Tahun
|
2
|
10
|
||
|
Pekerjaan Sampingan
|
Peternak
|
10
|
50
|
|
|
Pengrajin
|
1
|
5
|
||
|
Buruh
|
3
|
15
|
||
|
Tidak
Mempunyai PS
|
6
|
30
|
||
|
Luas Lahan Tanam
|
560-980
M2
|
10
|
50
|
|
|
981-1401
M2
|
7
|
35
|
||
|
1402-1422
M2
|
3
|
15
|
||
|
Volume Produksi
|
90-137
Kg
|
7
|
35
|
|
|
138-185
Kg
|
6
|
30
|
||
|
186-233
Kg
|
4
|
20
|
||
|
234-281
Kg
|
3
|
15
|
||
Berdasarkan
tabel profil petani di atas, dapat diketahui jika petani kacang tanah di Dusun
Bodowaluh, Desa Poncosari mayoritas ialah laki-laki yang mencapai 80 %, hal ini
karena kegiatan bertani membutuhkan tenaga yang besar dan membutuhkan waktu
yang cukup lama untuk buddidaya kacang tanah yaitu kurang lebih 3 bulan. Pada
kategori umur petani, mayoritas petani pada interval umur 37-56 tahun merupakan
yang paling banyak yaitu sebesar 65 %, hal ini karena pada umur ini petani
masih bisa dikatakan produktif untuk kegiatan bertani. Pendidikan petani kacang
tanah di Dusun Bodowaluh mayoritas masih pada tingkat SD yaitu sebesar 35 %,
dengan demikian dapat disimpulkan jika umur petani kacang tanah di Dusun
Bodowaluh, Desa Poncosari masih tergolong sangat rendah.
Pengalaman bertani yang
paling besar ialah selama 39-54 tahun yaitu sebesar 35 %, dengan demikian dapat
diketahui jika pengalaman bertani para petani sampel di Dusun Bodowaluh sudah
sangat lama dan berpengalaman bertani. Petani sampel di Dusun Bodowaluh, Desa
Poncosari selain bertani juga memiliki pekerjaan sampingan dimana pekerjaan
sampingan para petani ialah sebagai beternak yaitu sebesar 50 %. Hal ini karena
kegiatan bertani tidak dapat dipisahkan dari peternakan, dimana setelah selesai
melakukan kegiatan pertanian petani mencari rumput untuk dibawa pulang sekalian
sehingga hemat waktu. Selain itu petani menggunakan kotoran ternak sebagai
pupuk untuk bertani.
Luas
lahan petani untuk budidaya kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari
mayoritas berkisar antara 560-980 M2 yaitu sebesar 50 %. Hal ini
menunjukkkan jika petani masih digolongkan psebagai petani gurem karena luas
lahan tanamnya kurang dari 2.500 M2. Sedangkan volume produksi
petani kacang tanah petani di Dusun Bodowaluh mayoritas berkisar antara 90-137
Kg yaitu sebesar 35 %, hal ini karena luasan lahan tanam kacang tanah masih
tergolong sangat kecil sehingga produksi kacang tanah yang dihasilkan juga
masih tergolong sedikit.
B. Profil Pedagang
Berikut data pedagang kacang tanah yang menjadi narasumber :
|
Kreteria
|
Jumlah
|
Presentase (%)
|
|
|
Jenis Kelamin
|
Laki
– laki
|
1
|
33
|
|
Perempuan
|
2
|
67
|
|
|
Umur
|
55-63
|
3
|
100
|
|
Pendidikan Terakhir
|
SD
|
3
|
100
|
|
Pengalaman Berdagang
|
22-30
Tahun
|
3
|
100
|
|
Pekerjaan Pokok
|
Pedagang
Kacang
|
3
|
100
|
|
Pekerjaan Sampingan
|
Petani
|
3
|
100
|
Berdasarkan
tabel profil pedagang kacang tanah di atas dapat diketahui jika mayoritas
pedagang berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 67 % sedangkan umur pedagang
berkisar antara 55-63 tahun. Sementara pendidikan terahir pedagang ialah
semuanya pada tingkat SD. Hal ini menunjukkan tingkat pendidikan pedagang masih
sangat rendah. Sedangkan pengalaman berdagang dari para pedagang kacang tanah
sampel sudah cukup lama yaitu berkisar antara 22-30 tahun. Selain pekerjaan
pokoknya sebagai pedagang kacang tanah, pedagang sampel di Dusun Bodowaluh,
Desa Poncosari memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai petani.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A. Saluran dan Lembaga
Pemasaran
Lembaga Pemasaran adalah lembaga, orang
atau perusahaan sebagai perantara sampainya suatu produk dari produsen ke
konsumen. Dibawah ini merupakan saluran pemasaran kacang tanah di Desa
Poncosari Dusun Bodowaluh.
Gambar
1. Alur Perdagangan Komoditas Kacang tanah di
Dusun
Bodowaluh, Desa Poncosari
Berdasarkan gambar alur saluran
pemasaran diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran kacang tanah di
Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari
memiliki 4 saluran yaitu :
- Petani - Pedagang Pengepul -
Konsumen
- Petani - Pedagang Pengepul -
Pedagang Pengecer - Konsumen
- Petani - Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengepul - Pedagang
Pengecer - Konsumen.
- Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang
Pengepul – Konsumen
Berdasarkan ketiga saluran pemasaran di
atas, maka dapat diketahui pada saluran pemasaran pertama melibatkan satu
lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul. Pada saluran pemasaran yang ke dua
melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul dan pedagang pengecer.
Pada saluran pemasaran yang ke tiga melibatkan tiga lembaga pemasaran yang
paling banyak yaitu tiga lembaga yang meliputi pedagang pengumpul, pedagang
pengepul dan pedagang pengecer. Pada saluran pemasaran ke empat melibatkan dua
lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengepul.
Pada saluran pemasaran yang pertama dan
yang ke dua, petani menjual produknya ke pedagang pengepul karena bisa
mendapatkan harga jual yang lebih tingi, meskipun jaraknya cukup jauh namun
harga yang diperoleh lebih tinggi. Pada saluran pemasaran yang ke tiga dan ke
empat, petani menjual produknya kepada pedagang pengumpul hal ini lebih mudah
karena pedagang pengumpul datang langsung ke rumah petani untuk membeli kacang
tanahnya sehingga petani tidak perlu repot mengantar atau memasarkan produknya.
Kemudian pedagang pengumpul menjual kacang tanah yang sudah dibelinya ke pedagang
pengepul. Ketika harga jual di pedagang pengumpul terdekat dengan yang jauh
relatif tidak berbeda jauh maka pedagang pengumpul menjualnya ke pedagang
pengepul di dusun terdekat yaitu Dusun Blibis dengan jarak sekitar 700 m,
tetapi ketika harganya lebih menguntungkan di pedagang pengepul di luar daerah,
maka pedagang pengumpul menjualnya ke pedagang pengepul yang berada di luar
daerah yaitu di daerah Wates dengan jarak kurang lebih 8 Km.
Dalam kegiatan pemasaran kacang tanah di
Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari terdapat tiga fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu
fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Fungsi pemasaran yang
pertama ialah fungsi pertukaran, dimana dalam fungsi ini kegiatan yang dilakukan
ialah fungsi penjualan dan fungsi pembelian. Fungsi penjualannya dalam bentuk petani
menjual kacang tanah ke pedagang pengepul dan juga ke pedagang pengumpul.
Selanjutnya pedagang pengumpul menjual kacang tanah yang sudah di beli ke
pedagang pengepul, pedagang pengepul menjualnya ke pedagang pengecer dan
konsumen langsung. Selanjutnya pembelian, dimana fungsi pembelian yang dilakukan
ialah pedagang pengumpul membeli kacang tanah dari petani dengan mendatangi
rumah petani langsung, pengepul membeli dari pengumpul dan pengecer membeli
dari pengepul selanjutnya konsumen membeli dari pengepul dan juga pengecer.
Kedua fungsi ini tujuannya sama yaitu pertukaran, dimana petani ataupun penjual
mendapatkan uang dari pedagang ataupun pembeli dan pedagang mendapatkan kacang
tanah dari petani ataupun penjual.
Fungsi pemasaran yang ke dua adalah
fungsi fisik, terdapat tiga kegiatan pada fungsi fisik yaitu pengangkutan atau bongkar
muat, penyimpanan dan pengolahan. Kegiatan pengangkutan ini dilakukan oleh semua
lembaga baik itu pengumpul, pengepul dan pengecer. Pedagang pengumpul melakukan
pengangkutan dari petani dan juga menjual kacang tanah ke pedagang pengepul.
Sedangakn pada pedagang pengepul pengangkutan yang dilakukan ialah melakukan
pembelian kacang tanah ke petani langsung jika jumlah pembelian dari pedagang
pengumpul terlalu sedikit. Selain itu juga untuk mendukung kegiatan pengolahan
kacang tanah. Pada pedagang pengecer, pengangkutan yang dilakukan ialah dtang
ke pedagang pengepul untuk membeli kacang tanah yang sudah diolah dan menjual
kacang tanah ke pasar atau konsumen. Selanjutnya kegiatan penyimpanan, dimana hanya
dilakukan oleh pedagang pengumpul, dimana pedagang mengumpulkan kacang tanah
telebih dahulu sebelum dijualnya ke pedagang pengepul. Penyimpanan dilakukan
kurang lebih selama 1 minggu hingga kacang tanah terkumpul cukup banyak dan
dijual ke pedagang pengepul. Pedagang pengumpul menjual kacang tanah dalam
sekali jual mencapai kurang lebih 600- 700 Kg ke pedagang pengepul. Kegiatan
selanjutnya ialah pengolahan , dimana dalam hal ini hanya dilakukan oleh
pedagang pengepul. Pengolahan yang dilakukan ialah mengupas kacang tanah
menggunakan penggiling yang bertenaga dinamo motor listrik.
Fungsi pemasaran yang ke tiga ialah
fungsi fasilitas, dimana dalam fungsi ini terdapat sortasi, transportasi,
penyusutan, pengemasan dan retribusi. Pada hal sortasi hanya dilakukan oleh
pedagang pengepul dalam hal ini tujuanya untuk membersihkan kacang tanah yang
sudah dikupas dengan membuang kacang yang busuk dan sisa kulit kacang dari proses
penggilingan. Pada fungsi transportasi dilakukan oleh semua lembaga pemasaran,
dimana dalam hal ini untuk melakukan proses jual beli baik atar pedagang maupun
ke konsumen langsung atau untuk mendukung fungsi pertukaran. Pada hal
penyusutan, ini ditanggung oleh semua lembaga pemasaran dimana pedagang
pengumpul mengalaminya sebagai akibat dari kacang tanah yang dikumpulkan selama
kurang lebih 1 minggu sebelum dijual. Sedangkan pada pedagang pengepul,
penyusutan lebih ke akibat dari pengolahan dimana dalam hal ini bentuk
penyusutannya sebanyak 20 % dari kacang kulit setelah digiling. Tiap 1 Kg
kacang kulit yang digiling menghasilkan kacang kupas yang sudah disortasi
sebesar 0,8 Kg. Sedangkan pada pedagang pengecer, bentuk penyusutanya karena
kacang yang sudah dikupas akan mengalami penyusutan yang lebih cepat karena
pengaruh udara dimana penyusutanya mencapai 1 % tiap 1 Kg. Sedangkan yang
terahir ialah pengemasan dan biaya retribusi dimana dalam hal ini hanya
dikeluarkan oleh pedagang pengecer. Pengemasan dibutuhkan untuk pnjualan kacang
kupas secara eceran di pasar sedangkan retribusi harus dikeluarkan oleh setiap
pedagang yang berjualan di pasar.
C. Harga dan Marjin Pemasaran
Tabel 3. Perhitungan Marjin
Kacang
Tanah Per Lembaga
|
Uraian
|
Saluran 1
(Rp/Kg)
|
Saluran
2
(Rp/Kg)
|
Saluran
3
(Rp/Kg)
|
Saluran
4
(Rp/Kg)
|
|
Harga di Petani
|
9.500
|
9.500
|
9.200
|
9.200
|
|
Harga di
Pedagang Pengumpul
|
-
|
-
|
9.700
|
9.700
|
|
Harga di
Pedagang Pengepul
|
14.000
|
14.000
|
14.000
|
14.000
|
|
Harga di
Pedagang Pengecer
|
-
|
15.000
|
15.000
|
-
|
|
Harga di Konsumen
|
14.000
|
15.000
|
15.000
|
14.000
|
|
Total Marjin
Pemasaran
|
4.500
|
5.500
|
5.800
|
4.800
|
Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat
diketahui marjin pemasaran pada masing-masing saluran. Pada saluran pertama
marjinya 4.500 dan merupakan marjin yang paling rendah. Hal tersebut karena
petani menjual langsung kacang tanah ke pedagang pengepul dan konsumen datang
langsung untuk membeli kacang tanah ke pedagang pengepul sehingga hanya
melibatkan satu lembaga pemasaran saja. Pada saluran ke dua diketahui marjinya
mencapai 5.500. Meskipun petani menjual kacang tanah langsung ke pedagang
pengepul namun untuk sesampainya kacang tanah ke konsumen, pedagang pengecer
ikut terlibat dengan membeli dari pengepul dan menjualnya ke konsumen sehingga
mngakibatkan marjinya naik karena pedagang pengecer tentunya melakukan beberapa
fungsi pemasaran sebelum kacang tanah dijual ke konsumen.
Pada saluran ke tiga yang merupakan
saluran pemasaran paling panjang, marjin pemasaranya juga paling tinggi yaitu
mencapai Rp.7.300. Hal tersebut karena jumlah lembaga pemasaran yang terlibat
paling banyak sehingga marjinya paling tinggi karena tentunya tiap-tiap lembaga pemasaran mengambil keuntungan
yang bervariasi serta mengeluarkan biaya-biaya yang dikeluarkan pada kegiatan
pemasaran kacang tanah. Pada saluran pemasaran yang ke empat, diketahui marjin
pemasaranya mencapai 4.800. Meskipun petani menjualnya melalui pedagang
pengumpul, namun pada saluran pemasaran yang ke empat tidak melalui pedagang
pengecer untuk sesampainya kacang tanah ke konsumen karena konsumen membeli
langsung kacang tanah dari pedagang pengepul.
D.
Biaya Pemasaran
Berikut
ini biaya pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari berdasarkan
masing-masing lembaga pemasaran dan masing-masing saluran pemasaran :
Tabel 4. Biaya Pemasaran Saluran Pertama
Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul |
Rp/Kg |
Transportasi |
7,33 |
Bongkar muat |
60,03 |
Pengolahan |
4 |
Sortasi |
60,03 |
Penyusutan |
2.800 |
Total Biaya Pemasaran Saluran 1
|
Rp.2.931,39
|
Tabel 5. Biaya Pemasaran Saluran Ke Dua
Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul |
Rp/Kg |
Biaya Pemasaran Pedagang Pengecer |
Rp/Kg |
Transportasi |
7,33 |
Transportasi |
130 |
Bongkar muat |
60,03 |
Penyusutan |
150 |
Pengolahan |
4 |
Pengemasan |
100 |
Sortasi |
60,03 |
Retribusi |
10 |
Penyusutan |
2.800 |
|
|
Total Biaya Pemasaran Pada Pengepul |
2.931,39 |
Total Biaya Pemasaran Pada Pengecer |
390 |
Total Biaya Pemasaran Saluran 2 |
Rp.
3.321,39
|
||
Tabel 6. Biaya Pemasaran Saluran Ke Tiga
Biaya Pemasaran Pedagang Pengumpul
|
Rp/Kg |
Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul |
Rp/Kg |
Biaya Pemasaran Pedagang Pengecer |
Rp/Kg |
Transportasi |
32,5 |
Transportasi |
7,33 |
Transportasi |
130 |
Penyimpanan |
45 |
Bongkar muat |
60,03 |
Penyusutan |
150 |
Penyusutan |
194 |
Pengolahan |
4 |
Pengemasan |
100 |
|
|
|
Sortasi |
60,03 |
Retribusi |
10 |
|
|
|
Penyusutan |
2.800 |
|
|
Total Biaya Pemasaran Pada Pengumpul |
271,5 |
Total Biaya Pemasaran Pada Pengepul |
2.931,39 |
Total Biaya Pemasaran Pada Pengecer |
390 |
Total Biaya Pemasaran Saluran 3
|
Rp.3.592,89
|
||||
Tabel 7. Biaya Pemasaran Saluran Ke Empat
Biaya Pemasaran Pedagang Pengumpul
|
Rp/Kg |
Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul |
Rp/Kg |
Transportasi |
32,5 |
Transportasi |
7,33 |
Penyimpanan |
45 |
Bongkar muat |
60,03 |
Penyusutan |
194 |
Pengolahan |
4 |
|
|
|
Sortasi |
60,03 |
|
|
|
Penyusutan |
2.800 |
Total Biaya Pemasaran Pada Pengumpul |
271,5 |
Total Biaya Pemasaran Pada Pengepul |
2.931,39 |
Total Biaya Pemasaran Saluran 4
|
Rp.3.202,89
|
||
Berdasarkan tabel biaya
pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran diatas, maka dapat diketahui
perbandingan biaya pemasaran pada masing-masing saluran sebagai berikut :
Tabel 8. Perbandingan Biaya Pemasaran Per Saluran
Pemasaran
Biaya Pemasaran Pada Masing- Masing
Saluran
|
Total Biaya Pemasaran (Rp/Kg)
|
Saluran 1
|
2.931,39
|
Saluran 2
|
3.321,39
|
Saluran 3
|
3.592,89
|
Saluran 4
|
3.202,89
|
Berdasarkan
tabel biaya pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran di atas, maka dapat
diketahui biaya pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran dan juga pada
masing-masing saluran pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari.
Pada saluran pemasaran pertama diketahui total biaya pemasaranya 2.931,39/Kg.
Biaya pemasaran saluran pertama merupakan yang paling rendah karena hanya
melibatkan satu lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul saja. Pedagang
pengepul mengluarkan biaya pemasaran untuk transportasi, bongkar muat,
pengolahan, sortasi dan penyusutan. Pada saluran ke dua diketahi total biaya
pemasaran kacang tanah 3.321,39/Kg. Hal tersebut karena selain melibatkan
pedagang pengepul namun juga melibatkan pedagang pengecer, dimana pedagang
pengecer mengluarkan biaya untuk transportasi, penyusutan, pengemasan dan
retribusi.
Pada saluan
pemasaran ke tiga biaya pemasaranya merupakan yang paling tinggi yaitu mencapai
3.592,89 /Kg. Hal tersebut karena saluran ke tiga melibatkan banyak lembaga
pemasaran, selain pedagang pengepul dan juga pedagang pengecer juga melibatkan
lembaga pengumpul. Pada pedagang pengumpul mengeluarkan biaya pemasaran untuk
transportasi, penyimpanan dan juga penyusutan. Pada saluran pemasaran yang ke
empat, biaya pemasaranya 3.202,89/Kg. Meskipun sama seperti saluran ke tiga yang
melibatkan pedagang pengumpul, namun pada saluran pemasaran ke empat tidak
melibatkan pedagang pengecer dalam pemasaran kacang tanah.
E. Farmer Share
Salah satu indikator yang berguna untuk mengetahui efisiensi pasar
adalah dengan menbandingkan bagian yang diterima petani (farmer share). Farmer share adalah
persentase bagian harga untuk petani terhadap harga ditingkat konsumen akhir,
dinyatakan dalam persen (%). Umumnya
bagian yang diterima petani (Farmer share) akan lebih sedikit apabila jumlah
lembaga bertambah banyak.
Tabel 9. Perhitungan Farmer Share
|
Saluran Pemasaran
|
Harga di petani (Rp)
|
Harga di pengumpul (Rp)
|
Harga di pengepul (Rp)
|
Harga di pengecer (Rp)
|
FS (%)
|
|
1
|
9.500
|
-
|
14.000
|
-
|
67,86
|
|
2
|
9.500
|
-
|
14.000
|
15.000
|
63,33
|
|
3
|
9.200
|
9.700
|
14.000
|
15.000
|
61,33
|
|
4
|
9.200
|
9.700
|
14.000
|
-
|
65,71
|
Berdasarkan tabel diatas dapat
diketahui farmer share tertinggi yaitu pada saluran pemasaran pertama sebesar
67,86 %. Hal itu karena petani menjual kacang tanah langsung kepada pedagang
pengepul tanpa melalui pedagang pengumpul, selain itu konsumen juga membeli
kacang tanah langsung ke pedagang pengepul sehingga tidak melibatkan banyak
lembaga pemasaran. Sedangkan pada saluran pemasaran ke dua mencapai 63,33 %.
Meskipun petani menjual langsung kacang tanah ke pedagang pengepul namun untuk
sampai ke konsumen dari pengepul melalui perantara pedagang pengecer sehingga
mengakibatkan farmer share menjadi lebih rendah dibandingkan dengan saluran
pertama. Selanjutnya farmer share pada saluran pemasaran ke tiga yaitu 61,33 %,
ini merupakan saluran dengan nilai farmer share terendah karena petani menjual
kacang tanah melalui pedagang pengumpul. Selain pedagang pengumpul, pedagang
pengepul dan pengecer juga terlibat didalamnya sehingga merupakan saluran
paling panjang. Pada saluran ke empat nilai farmer share mencapai 65,71 %.
Meskipun petani menjual kacang tanah melalui pedagang pengumpul namun dalam
saluran pemasaran ini pedagang pengecer tidak terlibat karena konsumen membeli
langsung kacang tanah dari pedagang pengepul.
F. Keuntungan
Keuntungan adalah selisih marjin
pemasaran dan biaya yang dikeluarkan dengan penjualan atau dapat diartikan juga
selisih antara total marjin dengan total biaya. Keuntungan
pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh Desa Poncosari dapat diketahui
sebagai berikut :
Tabel 10. Keuntungan komoditi kacang tanah pada setiap saluran/Kg.
|
Uraian
|
Saluran 1
|
Saluran 2
|
Saluran 3
|
Saluran 4
|
|
Marjin
|
4.500
|
5.500
|
5.800
|
4.800
|
|
Biaya
|
2.931,39
|
3.321,39
|
3.592,89
|
3.202,89
|
|
Î (keuntungan)
|
1.568,61
|
2.178,61
|
2.207,11
|
1.597,11
|
G. Efisiensi Pemasaran
|
Saluran Pemasaran
|
IEE ( Ʃπijk/Vij )
|
IET (Vij/Wij/d)
|
|
Saluran 1
|
0,54
|
4,89
|
|
Saluran 2
|
0,66
|
1,46
|
|
Saluran 3
|
0,61
|
1,41
|
|
Saluran 4
|
0,5
|
3,68
|
Pemasaran yang efisien merupakan tujuan
akhir yang ingin dicapai dalam suatu sistem pemasaran. Efisiensi pemasaran
tercapai jika sistem tersebut dapat memberikan kepuasan pada pihak-pihak yang
terlibat yaitu produsen, lembaga pemasaran dan konsumen akhir. Berdasarkan
praktikum yang sudah dilaksanakan, maka dapat diketahui efisiensi pemasaran
kacang tanah di Dusun Bodowaluh,Desa Poncosari sebagai berikut :
Tabel 11. Efisiensi Teknis dan Efisiensi Ekonomi Per
Saluran
BAB VI
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
observasi pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kecamatan
Srandakan yang sudah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapat 4 saluran
pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh,Desa Poncosari yaitu :
-
Petani -
Pedagang Pengepul – Konsumen
-
Petani -
Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer – Konsumen
-
Petani -
Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengepul -
Pedagang Pengecer - Konsumen.
-
Petani –
Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengepul – Konsumen
2.
Terdapat tiga
fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan
fungsi fasilitas. Fungsi pertukaran meliputi penjualan dan pembelian. Fungsi
fisik meliputi bongkar muat,penyimpanan dan pengolahan. Fungsi fasilitas
meliputi sortasi, transportasi, penyusutan, pengemasan dan retribusi
3. Besarnya marjin pemasaran pada kacang tanah per saluran yaitu
: Saluran 1
marjin totalnya
yaitu 4.500/Kg. Saluran 2
marjin totalnya yaitu 5.500/Kg.
Saluran 3 marjin totalnya yaitu 5.800/Kg.
Saluran 4 marjin totalnya yaitu 4.800/Kg.
4. Besarnya
biaya pemasaran pada masing-masing saluran yaitu : Saluran pemasaran pertama Rp.
2.931,39/Kg. Saluran pemasaran ke dua Rp. 3.321,39/Kg. Saluran pemasaran ke
tiga Rp. 3.592,89/Kg. Saluran pemasaran ke tiga Rp. 3.202,89/Kg.
5.
Besarnya farmer
share pada masing-masing saluran yaitu : Saluran pertama sebesar 67,86 %,
saluran ke dua sebesar 63,33 %, saluran ke tiga sebesar 61,33 % dan saluran ke
empat sebesar 65,71 %.
6.
Besarnya
keuntungan pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran yaitu : Saluran
pertama sebesar Rp. 1.568,61/Kg. Saluran ke dua sebesar Rp. 2.178,61/Kg.
Saluran ke tiga sebesar Rp. 2.207,11/Kg. Saluran ke empat sebesar
Rp.1.597,11/Kg.
7.
Efisiensi
pemasaran secara teknis yang terbaik ialah pada saluran pemasaran ke tiga yaitu
1,41 sedangkan yang paling jelek ialah pada saluran pemasaran ke tiga yaitu
sebesar 4,89. Efisiensi pemasaran secara ekonomi yang terbaik ialah pada
saluran pemasaran ke empat yaitu sebesar 0,5, sedangkan yang paling jelek ialah
pada saluran pemasaran ke dua yaitu sebesar 0,66.
B. Saran
Berdasarkan kegiatan pratikum yang kami
lakukan di Dusun Bodowaluh Desa Poncosari
Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul,kami ingin
memberikan sara salah satunya ialah mengenai mengoptimalkan informasi pasar agar harga jual komoditi kacang tanah tidak ditekan oleh pedagang pengumpul. Selain
itu alangkah lebih baik jika dibentuk kelompok tani,sehingga
dapat memperluas pasar.
Selain itu diharapkan warga di Dudun Bodowaluh, Desa Pocosari dapat mengolah hasil produksi kacang tanah menjadi
produk olahan sendiri sehingga
dapat meningkatkan nilai jual guna menigkatkan hasil pendapatan.
DAFTAR PUSTAKA
-
http://www.wealthindonesia.com/lain-lain/pengertian-saluran-distribusi.html, (diakses tanggal 25
November 2014)
-
http://organisasi.org/definisi-pengertian-harga-tujuan-metode-pendekatan
penetapan-harga-manajemen-pemasaran, (diakses tanggal 25 November 2014)
-
http://agriunud.blogspot.com/2012/01/saluran-pemasaran-agribisnis.html, (diakses tanggal 25 November 2014)
-
http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2011/07/30/pengertian-pemasaran-pertanian-384915.html
(diakses tanggal 07 Desember 2014)
LAMPIRAN
Foto
Wawancara secara langsung dengan petani di lahan.


Foto
Wawancara secara langsung dengan para pedagang.

LIGASUPER88 Pusat Games Taruhan Online TerBaik Dan Terpercaya !!!!!
BalasHapusPromo Spesial :
» New Member Sportsbook 30%
» New Member Live Casino 30%
» New Member Slot Online 50%
» Cashback Sportsbook 10%
» Rollingan Live Casino 1%
» Rollingan Slot Online 1%
Permainan Tersedia :
» Sbobet Sportsbook
» Sbobet Casino
» Sbobet Toto Draw
» Ibcbet/Maxbet
» Sabung Ayam
» Tembak Ikan
» Slot Pragmatic Play
» Slot Habanero
» Slot Spadegaming
» Slot Joker
» Slot Microgaming
» Slot Toptrend
» WM Casino
» Sexy Bacccarat
» Ebet Casino
Support Bank Ligasuper88 :
BCA >MANDIRI >DANA >BNI >BRI > GO PAY > OVO > PANIN > ATM BERSAMA
Daftar & Jutawan Sekarang Juga !
Hubungi Kontak Kami Dibawah ini (Online 24 Jam Setiap Hari) :
» Whatsaap 1 : +85561375501
» Whatsaap 2 : 081315849567
» Line : Ligasuper88
» Link : www.ligasuper88.com