Selasa, 02 Juni 2015

saluran pemasaran kacang tanah

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN PEMASARAN
SALURAN PEMASARAN KACANG TANAH
DI DESA PONCOSARI KECAMATAN SRANDAKAN
KABUPATEN BANTUL


Kelompok II:

M. Suyanto                            20130220009
Riki Ilham Nadir             
      20130220014
Arief Fauzzy                          20130220018
Febri Herdani Saputra         20130220025





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena berkat penyertaan, ridho dan karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul SALURAN PEMASARAAN KACANG TANAH DI DESA PONCOSARI KECAMATAN SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL’’. Dengan selesainya laporan ini pastinya tidak terlepas dari peran serta semua pihak. Oleh karena itu dengan rasa hormat dan terima kasih penulis ucapkan kepada :
  1. Dosen mata kuliah Manajemen Pemasaran yang telah memberikan bimbingan kepada kami
  2. Bapak Kepala Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari yang telah memberikan tempat selama pratikum,  warga Dusun Bodowaluh yang menerima kami khususnya petani kacang tanah yang sudah memberikan waktunya untuk kami wawancarai, sehingga data yang kami butuhkan berguna untuk menyelesaikan laporan pratikum ini
  3. Teman-teman mahasiswa Agribisnis angkatan 2013 yang selalu memberikan suport dan senantiasa menemani penulis dalam mengerjakan laporan dari awal hingga terselesainya laporan ini.
Sebagai mahasiswa yang masih membutuhkan bimbingan dan arahan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Semoga Allah SWT selalu menjadikan kita sebagai orang yang Istiqamah di jalan-Nya. Apabila ada kesalahan kami mohon maaf. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.
Wassalammualaikum.wr.wb                                          
Yogyakarta,   November 2014
                                                                                  Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB I.PENDAHULUAN    
A.        Latar Belakang ............................................................................... 1
B.        Rumusan Masalah .........................................................................  2
C.        Tujuan Praktikum .......................................................................... 2
D.        Kegunaan Praktikum ..................................................................... 2
BAB II.LANDASAN TEORI          
A.        Saluran Pemasaran ......................................................................... 3
B.        Fungsi Pemasaran .......................................................................... 3
C.        Harga ............................................................................................. 4
D.        Biaya Pemasaran ........................................................................... 4
E.         Margin Pemasaran ......................................................................... 5
F.         Keuntungan ................................................................................... 6
G.        Farmer Share ................................................................................. 6
H.        Efisiensi ......................................................................................... 7
BAB III.PROFIL RESPONDEN     
A.        Profil Petani ................................................................................... 9
B.        Profil Pedagang ........................................................................... 10
BAB IV.HASIL DAN PEMBAHASAN     
A.        Saluran dan Lembaga  Pemasaran ................................................ 12
B.        Kegiatan dan Fungsi Pemasaran .................................................. 14
C.        Harga dan Marjin Pemasaran ....................................................... 16
D.        Biaya Pemasaran .......................................................................... 17
E.         Farmer Share ................................................................................ 19
F.         Keuntungan Pemasaran ............................................................... 20
G.        Efisiensi Pemasaran ..................................................................... 21
BAB VI. PENUTUP
A.        Kesimpulan .................................................................................. 23
B.        Saran ............................................................................................ 24
DAFTAR PUSTAKA            ......................................................................................... 25
LAMPIRAN ........................................................................................................ 26
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Profil responden petani kacang tanah di Dusun Bodowaluh .................. 9

Tabel 2. Profil responden pedagang kacang tanah di Dusun Bodowaluh ........... 10

Tabel 3. Marjin pemasaran komoditi kacang tanah di Dusun Bodowaluh ......... 13

Tabel 4. Biaya Pemasaran Saluran Pertama ........................................................ 17
Tabel 5. Biaya pemasaran saluran ke dua ........................................................... 17
Tabel 6. Biaya Pemasaran Saluran Ke Tiga ........................................................ 17
Tabel 7. Biaya Pemasaran Saluran Ke Empat ..................................................... 17
Tabel 8. Perbandingan Biaya Pemasaran Per Saluran Pemasaran ...................... 18
Tabel 9. Perhitungan Farmer Share ..................................................................... 19
Tabel 10. Keuntungan komoditi kacang tanah pada setiap saluran/Kg ............... 20
Tabel 11. Efisiensi Teknis dan Efisiensi Ekonomi Per Saluran ........................... 21





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

            Pemasaran didefinisikan sebagai suatu runtutan kegiatan atau jasa yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk dari titik produsen ke titik konsumen. Kegiatan pemasaran mulai dari pemenuhan produk, penetapan harga, pengiriman barang dan mempromosikan barang. Sistem pemasaran di pertanian  menciptakan berbagai kegunaan yaitu kegunaan bentuk melalui kegiatan pengolahan, kegunaan tempat untuk melakukan pengangkutan, kegunaan waktu untuk melakuakan penyimpanan dan kegunaan kepemilikan melalui kegiatan jual beli. Dari penjelasan tersebut, bahwa tidak hanya petani saja yang bekerja secara produktif tetapi dibutuhkan pedagang perantara dan jasa sehingga barang yang dihasilkan petani dapat sampai ke konsumen dalam waktu dan tempat yang mereka butuhkan.
            Saluran pemasaran pertanian merupakan sekelompok orang, organisasi, perusahaan atau lembaga yang secara langsung terlibat dalam pengaliran ataupun pendistribusian barang dari produsen/petani sampai konsumen dengan melewati satu atau lebih alur pemasaran. Contoh lembaga pemasaran adalah pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, pelelang, pedlar dan lainya. Dusun Bodowaluh terletak di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Dusun Bodowaluh memiliki komoditi kacang tanah,padi, kelapa, jagung dan lainya. Kacang tanah adalah salah satu komoditi yang paling menguntungkan bagi kebanyakan petani karena waktu tanamannya singkat dan permintaan akan kacang tanah cukup tinggi dan keuntungan yang didapat lebih tinggi dibandingkan dengan komoditi yang lainnya. Kacang tanah merupakan tananaman palawija yang sangat membutuhkan tanah yang subur untuk mendukung pertumbuhan tanaman kacang tanah.



B.     Rumusan Masalah


1.    Bagaimana saluran pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul ?
2.    Bagaimana fungsi atau kegiatan pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kec, Srandakan, Kab. Bantul ?
3.    Seberapa besar biaya, marjin dan keuntungan dari pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul ?

C.     Tujuan Praktikum


1.    Mengidentifiasi saluran pemasaran kacang tanah dan lembaga yang terkait di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul
2.    Mengetahui fungsi atau kegiatan pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul
3.    Mengidentifikasi biaya, margin dan keuntungan pemasaran kacang tanah berdasarkan masing-masing saluran pemasaran
4.    Mengetahui efisiensi pemasaran pertanian kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari

 

D.    Kegunaan Praktikum


1.  Diharapkan dari praktikum ini dapat menambah pengetahuan mengenai sistem pemasaran pertanian
2. Diharapkan Mahasiswa dapat mengetahui tentang marjin pemasaran dan bisa  menghitung marjin pemasaran dari komoditi kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa  Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.
3. Diharapkan dari hasil praktikum ini mahasiswa dapat mengetahui lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran komoditi kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.

BAB II
LANDASAN TEORI

 

A.    Saluran Pemasaran

            Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam rangka proses penyaluran barang dari produsen kepada konsumen. Saluran pemasaran antara satu bagian dengan bagian lainnya dari suatu organisasi adalah satu kesatuan yang saling tergantung, yang nantinya akan memperlancar arus produk dan jasa kepada konsumen. Konsumen memberi balas jasa kepada lembaga pemasaran berupa margin pemasaran. Dalam pemasaran terdapat pelaku-pelaku pemasaran yang terlibat secara langsung maupun secara tidak langsung dengan melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran. Lembaga pemasaran merupakan badan usaha atau individu yang menyelenggarakan pemasaran, menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen ke konsumen akhir hingga mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya.
Lembaga pemasaran dapat dibedakan berdasarkan tahap dalam proses pemasaran,sebagai berikut:
1.Pedagang pengumpul, adalah pedagang yang membeli hasil-hasil pertanian dari petani produsen,kemudian hasil tersebut akan dikumpulkan dan dijual kepedagang yang lainnya.
2.Pedagang besar, pedagang ini membeli hasil pertanian dari pedagang pengumpul kemudian barang tersebut dijual kembali pada pedagang yang lain.
3.Pedagang pengecer, mereka adalah orang-orang yang secara langsung menjual atau mengecerkan hasil pertanian dan produk pertanian kepada konsumen.
4.Pedlar adalah pedagang pengecer keliling.

B.     Fungsi Pemasaran

            Fungsi pemasaran adalah jasa-jasa atau kegiatan-kegiatan dan tindakan yang diberikan dalam proses pengaliran barang dari tangan produsen sampai tangan konsumen. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan akan mempermudahkan dan mempercepat proses penyampaian barang atau jasa-jasa. Terdapat tiga fungsi menurut (Kohls,1968) yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Fungsi pertukaran (exchange function), terdiri dari fungsi penjualan dan fungsi pembelian. Fungsi penjualan bertujuan untuk mencari pembelian suatu barang dengan motif keuntungan. Fungsi pembelian bertujuan untuk mencari penjualan atau sumber penawaran barang guna menjamin kontinuitas persediaan barang.
Fungsi fisik (fhysic function),fungsi ini terdiri dari fungsi pengangkutan,penyimpanan dan pengolahan. Fungsi pengangkutan adalah suatu kegitan yang ditunjukan untuk menggerakan barang-barang dari tempat produksi sampai dibutuhkan konsumen. fungsi pengolahan meliputi transformasi dari suatu barang ke suatu bentuk yang mempunyai nilai guna yang lebih besar. Fungsi penyimpanan bertujuan untuk memperlakukan benda secara fisik guna menjamin tersedianya barang yang bersangkutan pada waktu dan tempat yang dibutuhkan.
Fungsi fasilitas(facilitating function),merupakan fungsi yang bertujuan untuk menyediakan dan memberikan jasa-jasa atau fasilitas guna memperlancar jalannya fungsi pertukaran. Terdiri dari standardisasi, penanggungan resiko dan pembiayaan. Fungsi standardisasi,proses penentuan standarisasi seperti warna,rupa,kadar kimia dan sebagainya. Fungsi penanggungan resiko,bertujuan untuk mempelajari segala bentuk resiko yang terjadi selama pengaliran barang dari produsen ke konsumen. fungsi pembiayaan,bertujuan untuk mencari atau mengurus dana baik yang berupa uang tunai maupun kredit.

C.     Harga

            Harga (Price) adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran (Marketing Mix) yang mempunyai peranan penting bahkan sangat menentukan keberhasilan suatu kegiatan pemasaran. Tanpa penetapan harga, seorang pemasar mungkin tidak dapat menawarkan produknya kepada calon pelanggan. Dengan adanya harga, seorang pemasar dapat mernproyeksikan beberapa tingkat penjualan yang akan dicapai dan beberapa profit yang akan diperoleh.­­­

D.    Biaya Pemasaran

            Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses pergerakan barang dari tangan produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Besar kecilnya biaya pemasaran untuk hasil pertanian tergantung pada besar kecilnya kegiatan lembaga pemasaran dan jumlah fasilitas yang diperlukan dalam proses pergerakan barang itu. Meningkatnya biaya-biaya tataniaga belum tentu suatu pertanda bahwa pemasaran dari barang yang diperdagangkan tidak efisien. Jika meningkatnya biaya-biaya yang diikuti meningkatnya kepuasan konsumen maka pemasaran barang itu tetap efisien. Akan tetapi jika meningkatnya biaya-biaya pemasaran tidak diikuti meningkatnya kepuasan konsumen maka pemasaran barang itu tidak efisien.

E.     Margin Pemasaran

            Margin pemasaran merupakan semua ongkos yang menggerakan produk tersebut dari petani produsen sampai ke konsumen. Margin pemasaran dapat diartikan perbedaan harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir untuk suatu produk dengan yang diterima petani produsen untuk produk yang sama (dengan satuan Rp/unit). Jika penyaluran produk melalui banya lembaga maka margin pemasaran itu merupakan jumlah margin pemasaran diantara lemabaga-lembaga pemasaran yang bersangkutan, Sehingga, margin pemasaran dapat pula diartikan segabai magrin total dari tingkat lembaga pemasaran yang ada dalam salran pemasaran yang sama. Secara sistematis dapat dirumuskan :

M = Pr - Pp atau M total = Σ Mi  (1)
Keterangan :    M         = M total = Margin pemasaran per satuan barang
                        Pr         = Harga Produk di tingkat Pengecer per satuan barang
                        Pp        =Harga produk di tingkat petani produsen per satuan barang
                         I          = Tingkatan lembaga tata niaga
Oleh karena dalam proses pengaliran barang sampai konsumen para lembaga pemasaran menarik keuntungan sebagai balas jasa, maka :
M = V + Π  ( 2)
Keterangan:     V        = Biaya pemasaran per satuan barang
                         Î         = Keuntungan lembaga pemasaran per satuan barang

Untuk mendapatkan keuntungan lembaga pemasaran persamaan (1) distribusi ke pemasaran (2)  sehingga diperoleh :
Π = Pr – Pp – V (3)
Dari rumus margin dapatlah ditentukan besarnya bagian yang diterima petani (%) dari harga yang dibayarkan oleh konsumen (farmer share), yaitu :
Lp = Pp : Pr
Lp = (Pr-M) : Pr
Lp = 1 – M/Pr,
Dimana : M/Pr x 100% merupakan persentase margin.
Jika diinginkan harga yang diterima petani menjadi lebih besar maka dapat ditempuh beberapa cara yaitu :
-Menaikkan Pr dengan syarat V dan Π tetap
-Menurunkan V dan Π dengan syarat Pr tetap
-Pr dan V tetap tapi Π diturunkan
-Pr dan Π tetap, tetapi V diturunkan

F.      Keuntungan

            Keuntungan adalah jumlah total dari pendapatan dikurangi biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam proses pemasaran. Tergantung dari saluran peemasaran yang terlibat pada pemasaran,semakin panjang saluran pemasaran akan menyebabkan harga dikonsumen tinggi,sehingga mengakibatkan petani atau produsen terjadi kerugian. Hal itu berarti kelancaran penjualan akan tersendat atau terganggu sehingga keuntungan yang terjadi menjadi berkurang. Maka rumus keuntungan  Î = M-V. (M adalah marjin dan V adalah jumlah biaya)

G.    Farmer Share

Farmer’s Share adalah persentase perbandingan antara bagian harga yang diterima oleh petani dengan bagian harga di konsumen akhir. Farmer Share antara komoditi yang satu dengan komoditi yang lain berbeda, hal ini tergantung dari jumlah kegunaan bentuk, tempat dan waktu yang ditambahkan oleh petani dan pedagang perantara yang terhubung dalam suatu saluran pemasaran. Secara sistematis farmer’s share dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut :
Fs = Pf /Ps x 100 %                                                                                                                                     
Dimana :          FS = Bagian Harga yang diterima Petani ( Farmer’s share )
                        Pf  = Harga ditingkat Petani
                        Ps  = Harga ditingkat Pengecer

H.    Efisiensi Pemasaran

Efisiensi pemasaran merupakan perbandingan antara output pemasaran dengan input pemasaran. Output bisa berupa kepuasan konsumen, sedangkan input merupakan masukan yang digunakan dalam proses pemasaran. Efisiensi ini bisa berupa fisik maupun finansial. Sedangkan input pemasaran merupakan pengorbanan berupa tenaga, modal dan tata laksana dalam proses pemasaran. Dan Shepherd (1962), konsep efisiensi pemasaran adalah nisbah antara biaya dengan total nilai produk yang dipasarkan yaitu dirumuskan sebagai berikut :
E = A/B x 100% , dimana : A = biaya pemasaran
                                             B = Total nilai produk yang dipasarkan
                                             E = Efisiensi pemasaran
Efisiensi pemasaran dibagi atas dua kategori yang berbeda yakni 1) Efisiensi operasional (efisiensi teknis), efisiensi teknis merupakan kombinasi antara kapasitas dan kemampuan unit kegiatan ekonomi untuk memproduksi sampai tingkat output maksimum dari input-input dan teknologi yang tetap. Efisiensi teknis dimaksudkan suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi biaya dari input yaitu biaya transfer, biaya penyimpanan dan biaya pengolahan dengan output pada saat itu tidak berubah, dan 2) Efisiensi harga (Ekonomi), efisiensi harga merupakan kemampuan dan kesediaan unit ekonomi untuk beroperasi pada tingkat nilai produk marjinal (marginal value product) sama dengan biaya marjinal (marginal cost). Efisiensi harga dimaksudkan usaha perbaikan yang ditujukan pada tatacara pembelian dan penjualan dan aspek penetapan harga dalam proses pemasaran sehingga konsumen tetap bersedia membayar sesuai dengan harga pasar.
Secara garis besar efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis dapat dituliskan sebagai berikut :
Ø  Indeks Efisiensi Teknis (IET) = Vij/Wij/d
Ø  Indeks Efisiensi Ekonomis (IEE) = Ʃπijk/Vij

Dimana =        i : Jenis komoditi yang dipasarkan

                                j : saluran pemasaran
                        k : lembaga pemasaran yang terlibat
                        V:total biaya pemasaran
                        W: berat ahir yang dikirimkan
                        d:jarak tempuh produk dari produsen ke konsumen
                        Π:keuntungan lembaga pemasaran
                       


BAB III
PROFIL RESPONDEN

 

A.    Profil Petani

Pada pratikum yang kami laksanakan di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul terdapat narasumber dari berbagai petani kacang tanah. Berikut adalah data responden petani kacang tanah :
Tabel 1. Profil responden petani kacang tanah di Dusun Bodowaluh
Kriteria
Jumlah
Presentase (%)
Jenis Kelamin
Laki – laki
16
80

Perempuan
4
20

Umur
37-56 Tahun
13
65

57-76 Tahun
5
25

77-96 Tahun
2
10

Pendidikan
SD
7
35

SMP
6
30

SMA/SMK
6
30

Perguruan Tinggi
1
5

Pengalaman bertani
6-21 Tahun
6
30

22-38 Tahun
5
25

39-54 Tahun
7
35

55-70 Tahun
2
10


Pekerjaan Sampingan
Peternak
10
50

Pengrajin
1
5

Buruh
3
15

Tidak Mempunyai PS
6
30

Luas Lahan Tanam
560-980 M2
10
50

981-1401 M2
7
35

1402-1422 M2
3
15

Volume Produksi
90-137 Kg
7
35

138-185 Kg
6
30

186-233 Kg
4
20

234-281 Kg
3
15


            Berdasarkan tabel profil petani di atas, dapat diketahui jika petani kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari mayoritas ialah laki-laki yang mencapai 80 %, hal ini karena kegiatan bertani membutuhkan tenaga yang besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk buddidaya kacang tanah yaitu kurang lebih 3 bulan. Pada kategori umur petani, mayoritas petani pada interval umur 37-56 tahun merupakan yang paling banyak yaitu sebesar 65 %, hal ini karena pada umur ini petani masih bisa dikatakan produktif untuk kegiatan bertani. Pendidikan petani kacang tanah di Dusun Bodowaluh mayoritas masih pada tingkat SD yaitu sebesar 35 %, dengan demikian dapat disimpulkan jika umur petani kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari masih tergolong sangat rendah.
Pengalaman bertani yang paling besar ialah selama 39-54 tahun yaitu sebesar 35 %, dengan demikian dapat diketahui jika pengalaman bertani para petani sampel di Dusun Bodowaluh sudah sangat lama dan berpengalaman bertani. Petani sampel di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari selain bertani juga memiliki pekerjaan sampingan dimana pekerjaan sampingan para petani ialah sebagai beternak yaitu sebesar 50 %. Hal ini karena kegiatan bertani tidak dapat dipisahkan dari peternakan, dimana setelah selesai melakukan kegiatan pertanian petani mencari rumput untuk dibawa pulang sekalian sehingga hemat waktu. Selain itu petani menggunakan kotoran ternak sebagai pupuk untuk bertani.
            Luas lahan petani untuk budidaya kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari mayoritas berkisar antara 560-980 M2 yaitu sebesar 50 %. Hal ini menunjukkkan jika petani masih digolongkan psebagai petani gurem karena luas lahan tanamnya kurang dari 2.500 M2. Sedangkan volume produksi petani kacang tanah petani di Dusun Bodowaluh mayoritas berkisar antara 90-137 Kg yaitu sebesar 35 %, hal ini karena luasan lahan tanam kacang tanah masih tergolong sangat kecil sehingga produksi kacang tanah yang dihasilkan juga masih tergolong sedikit.




B.     Profil Pedagang

Berikut data pedagang kacang tanah yang menjadi narasumber :
Tabel 2. Profil responden pedagang kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari
Kreteria
Jumlah
Presentase (%)
Jenis Kelamin
Laki – laki
1
33
Perempuan
2
67
Umur
55-63
3
100
Pendidikan Terakhir
SD
3
100
Pengalaman Berdagang
22-30 Tahun
3
100
Pekerjaan Pokok
Pedagang Kacang
3
100
Pekerjaan Sampingan
Petani
3
100
            Berdasarkan tabel profil pedagang kacang tanah di atas dapat diketahui jika mayoritas pedagang berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 67 % sedangkan umur pedagang berkisar antara 55-63 tahun. Sementara pendidikan terahir pedagang ialah semuanya pada tingkat SD. Hal ini menunjukkan tingkat pendidikan pedagang masih sangat rendah. Sedangkan pengalaman berdagang dari para pedagang kacang tanah sampel sudah cukup lama yaitu berkisar antara 22-30 tahun. Selain pekerjaan pokoknya sebagai pedagang kacang tanah, pedagang sampel di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai petani.


HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Saluran dan Lembaga Pemasaran
Lembaga Pemasaran adalah lembaga, orang atau perusahaan sebagai perantara sampainya suatu produk dari produsen ke konsumen. Dibawah ini merupakan saluran pemasaran kacang tanah di Desa Poncosari Dusun Bodowaluh.
Flowchart: Connector: Konsumen



Gambar 1. Alur Perdagangan Komoditas Kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari

 











Berdasarkan gambar alur saluran pemasaran diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari memiliki 4 saluran yaitu :
  1. Petani - Pedagang Pengepul - Konsumen
  2. Petani - Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer - Konsumen
  3. Petani - Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer -      Konsumen.
  4. Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengepul – Konsumen
Berdasarkan ketiga saluran pemasaran di atas, maka dapat diketahui pada saluran pemasaran pertama melibatkan satu lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul. Pada saluran pemasaran yang ke dua melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul dan pedagang pengecer. Pada saluran pemasaran yang ke tiga melibatkan tiga lembaga pemasaran yang paling banyak yaitu tiga lembaga yang meliputi pedagang pengumpul, pedagang pengepul dan pedagang pengecer. Pada saluran pemasaran ke empat melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengepul.
Pada saluran pemasaran yang pertama dan yang ke dua, petani menjual produknya ke pedagang pengepul karena bisa mendapatkan harga jual yang lebih tingi, meskipun jaraknya cukup jauh namun harga yang diperoleh lebih tinggi. Pada saluran pemasaran yang ke tiga dan ke empat, petani menjual produknya kepada pedagang pengumpul hal ini lebih mudah karena pedagang pengumpul datang langsung ke rumah petani untuk membeli kacang tanahnya sehingga petani tidak perlu repot mengantar atau memasarkan produknya. Kemudian pedagang pengumpul menjual kacang tanah yang sudah dibelinya ke pedagang pengepul. Ketika harga jual di pedagang pengumpul terdekat dengan yang jauh relatif tidak berbeda jauh maka pedagang pengumpul menjualnya ke pedagang pengepul di dusun terdekat yaitu Dusun Blibis dengan jarak sekitar 700 m, tetapi ketika harganya lebih menguntungkan di pedagang pengepul di luar daerah, maka pedagang pengumpul menjualnya ke pedagang pengepul yang berada di luar daerah yaitu di daerah Wates dengan jarak kurang lebih 8 Km.
B.  Kegiatan dan Fungsi Pemasaran
Dalam kegiatan pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari terdapat tiga fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Fungsi pemasaran yang pertama ialah fungsi pertukaran, dimana dalam fungsi ini kegiatan yang dilakukan ialah fungsi penjualan dan fungsi pembelian. Fungsi penjualannya dalam bentuk petani menjual kacang tanah ke pedagang pengepul dan juga ke pedagang pengumpul. Selanjutnya pedagang pengumpul menjual kacang tanah yang sudah di beli ke pedagang pengepul, pedagang pengepul menjualnya ke pedagang pengecer dan konsumen langsung. Selanjutnya pembelian, dimana fungsi pembelian yang dilakukan ialah pedagang pengumpul membeli kacang tanah dari petani dengan mendatangi rumah petani langsung, pengepul membeli dari pengumpul dan pengecer membeli dari pengepul selanjutnya konsumen membeli dari pengepul dan juga pengecer. Kedua fungsi ini tujuannya sama yaitu pertukaran, dimana petani ataupun penjual mendapatkan uang dari pedagang ataupun pembeli dan pedagang mendapatkan kacang tanah dari petani ataupun penjual.
Fungsi pemasaran yang ke dua adalah fungsi fisik, terdapat tiga kegiatan pada fungsi fisik yaitu pengangkutan atau bongkar muat, penyimpanan dan pengolahan. Kegiatan pengangkutan ini dilakukan oleh semua lembaga baik itu pengumpul, pengepul dan pengecer. Pedagang pengumpul melakukan pengangkutan dari petani dan juga menjual kacang tanah ke pedagang pengepul. Sedangakn pada pedagang pengepul pengangkutan yang dilakukan ialah melakukan pembelian kacang tanah ke petani langsung jika jumlah pembelian dari pedagang pengumpul terlalu sedikit. Selain itu juga untuk mendukung kegiatan pengolahan kacang tanah. Pada pedagang pengecer, pengangkutan yang dilakukan ialah dtang ke pedagang pengepul untuk membeli kacang tanah yang sudah diolah dan menjual kacang tanah ke pasar atau konsumen. Selanjutnya kegiatan penyimpanan, dimana hanya dilakukan oleh pedagang pengumpul, dimana pedagang mengumpulkan kacang tanah telebih dahulu sebelum dijualnya ke pedagang pengepul. Penyimpanan dilakukan kurang lebih selama 1 minggu hingga kacang tanah terkumpul cukup banyak dan dijual ke pedagang pengepul. Pedagang pengumpul menjual kacang tanah dalam sekali jual mencapai kurang lebih 600- 700 Kg ke pedagang pengepul. Kegiatan selanjutnya ialah pengolahan , dimana dalam hal ini hanya dilakukan oleh pedagang pengepul. Pengolahan yang dilakukan ialah mengupas kacang tanah menggunakan penggiling yang bertenaga dinamo motor listrik.
Fungsi pemasaran yang ke tiga ialah fungsi fasilitas, dimana dalam fungsi ini terdapat sortasi, transportasi, penyusutan, pengemasan dan retribusi. Pada hal sortasi hanya dilakukan oleh pedagang pengepul dalam hal ini tujuanya untuk membersihkan kacang tanah yang sudah dikupas dengan membuang kacang yang busuk dan sisa kulit kacang dari proses penggilingan. Pada fungsi transportasi dilakukan oleh semua lembaga pemasaran, dimana dalam hal ini untuk melakukan proses jual beli baik atar pedagang maupun ke konsumen langsung atau untuk mendukung fungsi pertukaran. Pada hal penyusutan, ini ditanggung oleh semua lembaga pemasaran dimana pedagang pengumpul mengalaminya sebagai akibat dari kacang tanah yang dikumpulkan selama kurang lebih 1 minggu sebelum dijual. Sedangkan pada pedagang pengepul, penyusutan lebih ke akibat dari pengolahan dimana dalam hal ini bentuk penyusutannya sebanyak 20 % dari kacang kulit setelah digiling. Tiap 1 Kg kacang kulit yang digiling menghasilkan kacang kupas yang sudah disortasi sebesar 0,8 Kg. Sedangkan pada pedagang pengecer, bentuk penyusutanya karena kacang yang sudah dikupas akan mengalami penyusutan yang lebih cepat karena pengaruh udara dimana penyusutanya mencapai 1 % tiap 1 Kg. Sedangkan yang terahir ialah pengemasan dan biaya retribusi dimana dalam hal ini hanya dikeluarkan oleh pedagang pengecer. Pengemasan dibutuhkan untuk pnjualan kacang kupas secara eceran di pasar sedangkan retribusi harus dikeluarkan oleh setiap pedagang yang berjualan di pasar.  

C.     Harga dan Marjin Pemasaran


Tabel 3. Perhitungan Marjin Kacang Tanah Per Lembaga
Uraian
Saluran 1
(Rp/Kg)
Saluran 2
(Rp/Kg)
Saluran 3
(Rp/Kg)
Saluran 4
(Rp/Kg)
Harga di Petani
9.500
9.500
9.200
9.200
Harga di Pedagang Pengumpul
-
-
9.700
9.700
Harga di Pedagang Pengepul
14.000
14.000
14.000
14.000
Harga di Pedagang Pengecer
-
15.000
15.000
-
Harga di Konsumen
14.000
15.000
15.000
14.000
Total Marjin Pemasaran
4.500
5.500
5.800
4.800

            Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat diketahui marjin pemasaran pada masing-masing saluran. Pada saluran pertama marjinya 4.500 dan merupakan marjin yang paling rendah. Hal tersebut karena petani menjual langsung kacang tanah ke pedagang pengepul dan konsumen datang langsung untuk membeli kacang tanah ke pedagang pengepul sehingga hanya melibatkan satu lembaga pemasaran saja. Pada saluran ke dua diketahui marjinya mencapai 5.500. Meskipun petani menjual kacang tanah langsung ke pedagang pengepul namun untuk sesampainya kacang tanah ke konsumen, pedagang pengecer ikut terlibat dengan membeli dari pengepul dan menjualnya ke konsumen sehingga mngakibatkan marjinya naik karena pedagang pengecer tentunya melakukan beberapa fungsi pemasaran sebelum kacang tanah dijual ke konsumen.
            Pada saluran ke tiga yang merupakan saluran pemasaran paling panjang, marjin pemasaranya juga paling tinggi yaitu mencapai Rp.7.300. Hal tersebut karena jumlah lembaga pemasaran yang terlibat paling banyak sehingga marjinya paling tinggi karena tentunya  tiap-tiap lembaga pemasaran mengambil keuntungan yang bervariasi serta mengeluarkan biaya-biaya yang dikeluarkan pada kegiatan pemasaran kacang tanah. Pada saluran pemasaran yang ke empat, diketahui marjin pemasaranya mencapai 4.800. Meskipun petani menjualnya melalui pedagang pengumpul, namun pada saluran pemasaran yang ke empat tidak melalui pedagang pengecer untuk sesampainya kacang tanah ke konsumen karena konsumen membeli langsung kacang tanah dari pedagang pengepul.

D.    Biaya Pemasaran

Berikut ini biaya pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari berdasarkan masing-masing lembaga pemasaran dan masing-masing saluran pemasaran :
Tabel 4. Biaya Pemasaran Saluran Pertama

Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul

Rp/Kg

Transportasi

7,33

Bongkar muat

60,03

Pengolahan

4

Sortasi

60,03

Penyusutan

2.800

Total Biaya Pemasaran Saluran 1

Rp.2.931,39


Tabel 5. Biaya Pemasaran Saluran Ke Dua

Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul

Rp/Kg

Biaya Pemasaran Pedagang Pengecer

Rp/Kg

Transportasi

7,33

Transportasi

130

Bongkar muat

60,03

Penyusutan

150

Pengolahan

4

Pengemasan

100

Sortasi

60,03

Retribusi

10

Penyusutan

2.800

 

 

Total Biaya Pemasaran Pada Pengepul

2.931,39

Total Biaya Pemasaran Pada Pengecer

390

Total Biaya Pemasaran Saluran 2

                  Rp. 3.321,39


Tabel 6. Biaya Pemasaran Saluran Ke Tiga

Biaya Pemasaran Pedagang Pengumpul

Rp/Kg

Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul

Rp/Kg

Biaya Pemasaran Pedagang Pengecer

Rp/Kg

Transportasi

32,5

Transportasi

7,33

Transportasi

130

Penyimpanan

45

Bongkar muat

60,03

Penyusutan

150

Penyusutan

194

Pengolahan

4

Pengemasan

100

 

 

Sortasi

60,03

Retribusi

10

 

 

Penyusutan

2.800

 

 

Total Biaya Pemasaran Pada Pengumpul

271,5

Total Biaya Pemasaran Pada Pengepul

2.931,39

Total Biaya Pemasaran Pada Pengecer

390

Total Biaya Pemasaran Saluran 3

                Rp.3.592,89


Tabel 7. Biaya Pemasaran Saluran Ke Empat

Biaya Pemasaran Pedagang Pengumpul

Rp/Kg

Biaya Pemasaran Pedagang Pengepul

Rp/Kg

Transportasi

32,5

Transportasi

7,33

Penyimpanan

45

Bongkar muat

60,03

Penyusutan

194

Pengolahan

4

 

 

Sortasi

60,03

 

 

Penyusutan

2.800

Total Biaya Pemasaran Pada Pengumpul

271,5

Total Biaya Pemasaran Pada Pengepul

2.931,39

Total Biaya Pemasaran Saluran 4

                         Rp.3.202,89


Berdasarkan tabel biaya pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran diatas, maka dapat diketahui perbandingan biaya pemasaran pada masing-masing saluran sebagai berikut :
Tabel 8. Perbandingan Biaya Pemasaran Per Saluran Pemasaran

Biaya Pemasaran Pada Masing- Masing Saluran

Total Biaya Pemasaran (Rp/Kg)

Saluran 1

2.931,39

Saluran 2

3.321,39

Saluran 3

3.592,89

Saluran 4

3.202,89

Berdasarkan tabel biaya pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran di atas, maka dapat diketahui biaya pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran dan juga pada masing-masing saluran pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari. Pada saluran pemasaran pertama diketahui total biaya pemasaranya 2.931,39/Kg. Biaya pemasaran saluran pertama merupakan yang paling rendah karena hanya melibatkan satu lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul saja. Pedagang pengepul mengluarkan biaya pemasaran untuk transportasi, bongkar muat, pengolahan, sortasi dan penyusutan. Pada saluran ke dua diketahi total biaya pemasaran kacang tanah 3.321,39/Kg. Hal tersebut karena selain melibatkan pedagang pengepul namun juga melibatkan pedagang pengecer, dimana pedagang pengecer mengluarkan biaya untuk transportasi, penyusutan, pengemasan dan retribusi.
Pada saluan pemasaran ke tiga biaya pemasaranya merupakan yang paling tinggi yaitu mencapai 3.592,89 /Kg. Hal tersebut karena saluran ke tiga melibatkan banyak lembaga pemasaran, selain pedagang pengepul dan juga pedagang pengecer juga melibatkan lembaga pengumpul. Pada pedagang pengumpul mengeluarkan biaya pemasaran untuk transportasi, penyimpanan dan juga penyusutan. Pada saluran pemasaran yang ke empat, biaya pemasaranya 3.202,89/Kg. Meskipun sama seperti saluran ke tiga yang melibatkan pedagang pengumpul, namun pada saluran pemasaran ke empat tidak melibatkan pedagang pengecer dalam pemasaran kacang tanah.

                                                                   

E.     Farmer Share

Salah satu indikator yang berguna untuk mengetahui efisiensi pasar adalah dengan menbandingkan bagian yang diterima petani (farmer share). Farmer share adalah persentase bagian harga untuk petani terhadap harga ditingkat konsumen akhir, dinyatakan dalam persen (%). Umumnya bagian yang diterima petani (Farmer share) akan lebih sedikit apabila jumlah lembaga bertambah banyak.
Tabel 9. Perhitungan Farmer Share

Saluran Pemasaran
Harga di petani (Rp)
Harga di pengumpul (Rp)
Harga di pengepul (Rp)
Harga di pengecer (Rp)
FS (%)
1
9.500
-
14.000
-
67,86
2
9.500
-
14.000
15.000
63,33
3
9.200
9.700
14.000
15.000
61,33
4
9.200
9.700
14.000
-
65,71
            Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui farmer share tertinggi yaitu pada saluran pemasaran pertama sebesar 67,86 %. Hal itu karena petani menjual kacang tanah langsung kepada pedagang pengepul tanpa melalui pedagang pengumpul, selain itu konsumen juga membeli kacang tanah langsung ke pedagang pengepul sehingga tidak melibatkan banyak lembaga pemasaran. Sedangkan pada saluran pemasaran ke dua mencapai 63,33 %. Meskipun petani menjual langsung kacang tanah ke pedagang pengepul namun untuk sampai ke konsumen dari pengepul melalui perantara pedagang pengecer sehingga mengakibatkan farmer share menjadi lebih rendah dibandingkan dengan saluran pertama. Selanjutnya farmer share pada saluran pemasaran ke tiga yaitu 61,33 %, ini merupakan saluran dengan nilai farmer share terendah karena petani menjual kacang tanah melalui pedagang pengumpul. Selain pedagang pengumpul, pedagang pengepul dan pengecer juga terlibat didalamnya sehingga merupakan saluran paling panjang. Pada saluran ke empat nilai farmer share mencapai 65,71 %. Meskipun petani menjual kacang tanah melalui pedagang pengumpul namun dalam saluran pemasaran ini pedagang pengecer tidak terlibat karena konsumen membeli langsung kacang tanah dari pedagang pengepul.

F.      Keuntungan

Keuntungan adalah selisih marjin pemasaran dan biaya yang dikeluarkan dengan penjualan atau dapat diartikan juga selisih antara total marjin dengan total biaya. Keuntungan pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh Desa Poncosari dapat diketahui sebagai berikut :
Tabel 10. Keuntungan komoditi kacang tanah pada setiap saluran/Kg.
Uraian
Saluran 1
Saluran 2
Saluran 3
Saluran 4
Marjin
4.500
5.500
5.800
4.800
Biaya
2.931,39
3.321,39
3.592,89
3.202,89
Π(keuntungan)
1.568,61
2.178,61
2.207,11
1.597,11
G.    Efisiensi Pemasaran
Saluran Pemasaran
IEE ( Ʃπijk/Vij )
IET (Vij/Wij/d)
Saluran 1
0,54
4,89
Saluran 2
0,66
1,46
Saluran 3
0,61
1,41
Saluran 4
0,5
3,68
Pemasaran yang efisien merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai dalam suatu sistem pemasaran. Efisiensi pemasaran tercapai jika sistem tersebut dapat memberikan kepuasan pada pihak-pihak yang terlibat yaitu produsen, lembaga pemasaran dan konsumen akhir. Berdasarkan praktikum yang sudah dilaksanakan, maka dapat diketahui efisiensi pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh,Desa Poncosari sebagai berikut :
Tabel 11. Efisiensi Teknis dan Efisiensi Ekonomi Per Saluran

BAB VI
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Berdasarkan observasi pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan yang sudah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.      Terdapat 4 saluran pemasaran kacang tanah di Dusun Bodowaluh,Desa Poncosari yaitu :

-          Petani - Pedagang Pengepul – Konsumen
-          Petani - Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer – Konsumen
-          Petani - Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer -   Konsumen.
-          Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengepul – Konsumen
2.      Terdapat tiga fungsi pemasaran yang dilakukan yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Fungsi pertukaran meliputi penjualan dan pembelian. Fungsi fisik meliputi bongkar muat,penyimpanan dan pengolahan. Fungsi fasilitas meliputi sortasi, transportasi, penyusutan, pengemasan dan retribusi
3.      Besarnya marjin pemasaran pada kacang tanah per saluran yaitu : Saluran 1 marjin totalnya yaitu 4.500/Kg. Saluran 2  marjin totalnya yaitu 5.500/Kg. Saluran 3 marjin totalnya yaitu 5.800/Kg. Saluran 4 marjin totalnya yaitu 4.800/Kg.
4.      Besarnya biaya pemasaran pada masing-masing saluran yaitu : Saluran pemasaran pertama Rp. 2.931,39/Kg. Saluran pemasaran ke dua Rp. 3.321,39/Kg. Saluran pemasaran ke tiga Rp. 3.592,89/Kg. Saluran pemasaran ke tiga Rp. 3.202,89/Kg.
5.      Besarnya farmer share pada masing-masing saluran yaitu : Saluran pertama sebesar 67,86 %, saluran ke dua sebesar 63,33 %, saluran ke tiga sebesar 61,33 % dan saluran ke empat sebesar 65,71 %.
6.      Besarnya keuntungan pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran yaitu : Saluran pertama sebesar Rp. 1.568,61/Kg. Saluran ke dua sebesar Rp. 2.178,61/Kg. Saluran ke tiga sebesar Rp. 2.207,11/Kg. Saluran ke empat sebesar Rp.1.597,11/Kg.
7.      Efisiensi pemasaran secara teknis yang terbaik ialah pada saluran pemasaran ke tiga yaitu 1,41 sedangkan yang paling jelek ialah pada saluran pemasaran ke tiga yaitu sebesar 4,89. Efisiensi pemasaran secara ekonomi yang terbaik ialah pada saluran pemasaran ke empat yaitu sebesar 0,5, sedangkan yang paling jelek ialah pada saluran pemasaran ke dua yaitu sebesar 0,66.

B.     Saran

Berdasarkan kegiatan pratikum yang kami lakukan di Dusun Bodowaluh Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul,kami ingin memberikan sara salah satunya ialah mengenai mengoptimalkan informasi pasar agar harga jual komoditi kacang tanah tidak ditekan oleh pedagang pengumpul. Selain itu alangkah lebih baik jika dibentuk kelompok tani,sehingga dapat memperluas pasar. Selain itu diharapkan warga di Dudun Bodowaluh, Desa Pocosari dapat mengolah hasil produksi kacang tanah menjadi produk olahan sendiri sehingga dapat meningkatkan nilai jual guna menigkatkan hasil pendapatan.







DAFTAR PUSTAKA

-          http://www.wealthindonesia.com/lain-lain/pengertian-saluran-distribusi.html, (diakses tanggal 25 November 2014)
-          http://organisasi.org/definisi-pengertian-harga-tujuan-metode-pendekatan penetapan-harga-manajemen-pemasaran, (diakses tanggal 25 November 2014)
-          http://agriunud.blogspot.com/2012/01/saluran-pemasaran-agribisnis.html, (diakses tanggal 25 November 2014)
-          http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2011/07/30/pengertian-pemasaran-pertanian-384915.html (diakses tanggal 07 Desember 2014)




















LAMPIRAN


Foto Wawancara secara langsung dengan petani di lahan.


Foto Wawancara secara langsung dengan para pedagang.

  




































1 komentar:

  1. LIGASUPER88 Pusat Games Taruhan Online TerBaik Dan Terpercaya !!!!!

    Promo Spesial :
    » New Member Sportsbook 30%
    » New Member Live Casino 30%
    » New Member Slot Online 50%
    » Cashback Sportsbook 10%
    » Rollingan Live Casino 1%
    » Rollingan Slot Online 1%

    Permainan Tersedia :
    » Sbobet Sportsbook
    » Sbobet Casino
    » Sbobet Toto Draw
    » Ibcbet/Maxbet
    » Sabung Ayam
    » Tembak Ikan
    » Slot Pragmatic Play
    » Slot Habanero
    » Slot Spadegaming
    » Slot Joker
    » Slot Microgaming
    » Slot Toptrend
    » WM Casino
    » Sexy Bacccarat
    » Ebet Casino

    Support Bank Ligasuper88 :
    BCA >MANDIRI >DANA >BNI >BRI > GO PAY > OVO > PANIN > ATM BERSAMA

    Daftar & Jutawan Sekarang Juga !
    Hubungi Kontak Kami Dibawah ini (Online 24 Jam Setiap Hari) :

    » Whatsaap 1 : +85561375501
    » Whatsaap 2 : 081315849567
    » Line : Ligasuper88
    » Link : www.ligasuper88.com

    BalasHapus